Senin, 24 Desember 2012

AJARKAN AKU....


Ajarkan aku tuk jauh dari rasa benci
Karena tak ingin mulutku senantiasa mencaci
Kuinginkan jiwa dan ragaku dalam suci
Setiap mili setiap senti bahkan setiap inci
Agar tak ada lagi dosa yang sulit tuk kucuci
Dan kelak kubisa membuka syurgawi yang terkunci
Ajarkan aku tuk cermat dalam berpikir
Tiada lemah walau tersingkir
Bila salah tiada menghindar lalu mungkir
Bersyukur kepadaNYA tiada pernah mangkir
Agar prestasi hidup dapat mudah kuukir
Walau hanya dalam sebuah cangkir
Ajarkan aku tuk senantiasa berbesar hati
Menerima apa yang telah diberi
Walau hanya sebesar ibu jari
Tiada lari tiada menghindari
Hadapi semua dengan wajah berseri
Agar pesona dalam diri tidak kan mati
Ajarkan aku tuk berbuat tulus
Terhindar dari gerutu dan rasa ketus
Walau tak diterpa lembaran pulus
Jauh dari aroma lusuh yang mendengus
Terjauh dari rasa tamak dan rakus
Yang dirasa hidup ini indah dan mulus.

Sabtu, 22 Desember 2012

Si Cantik Batavia.........


 Laksana kembang desa, parasmu menjadi daya tarik setiap orang. Bukan hanya orang sekampung tapi lebih fenomenal, bahkan penghuni nusantara kepincut oleh parasmu. Orang batak yang terkenal tipikal keras pun takluk oleh parasmu, orang padang yang berslogan irit pun hijrah dalam pelukanmu, orang jawa yang lemah lembut pun naksir akan elokanmu, orang madura, bali, makassar, ambon sampai papua ikut meramaikan syaimbara mendapatkamu. Aku tak tau, apa yang membuat orang kepelet olehmu. Apa karena bedakmu...???
Sloganmu memang sungguh membahana, menyebarkan undangan mimipi ke penjuru maritim negeri ini. Fenomena, bahkan drama sinetron menjadi realita tersutradarai olehmu, tentang Anak kecil penjual koran, Ibu-ibu menjadi aktris Metromini, serta si matre politisi bermain petak umpet uang rakyat. Inilah fenomenamu METROPOLITAN.......
Andai saja negeri ini tak bersentralisasi olehmu, mungkin orang-orang daerah tak buru-buru naksir padamu. Sempitnya lapangan kerja di daerah serta Upah Minimum Regional ( UMR) yang kecil membuat orang-orang rela mengembara menjadi lakon perantau. Itu tak bukan dan lain karena diuber-uber tuntutan ekonomi. Ya... ekonomi ysng menguber-nguber mereka, apalagi pelakon itu adalah seorang Bapak, apapun rela menggadaikan keringatnya demi keluarga kenyang agar tak terjajah kelaparan. Anehnya pemerintah hanya bergomabal kampanye, tak memperdayakan pemerataan lapangan kerja, hingga daerah yang tertinggal hanya berangan. Berangan.... kapan daerahnya menjadi metropolis, seperti yang mereka tonton dalam sinetron di televisi. Akh.... tapi itu rasanya hanya mimpi di siang bolong.
Oh... oh..... Si cantik Batavia, PARASMU MEMANG MENARIK, MEMBUAT ORANG MELIRIK..........!!!!!!

Jumat, 21 Desember 2012

IBU......

kelopak mata ini terbuka…
awalnya aku menangis
manusia di ujung mata mulai tersenyum tipis
manusia pertama yg kulihat
kata mereka aku boleh memanggilnya ibu
ia menimang dengan irama senandung malam
begitu seterusnya…
hingga aku tenggelam dalam hitam
aku hidup dalam tidurku
sepasang mata terus perhatikan raga mungil ini
perlahan wujud itu mengais pipi ini dengan lembut
lalu wujud itu berkata
“ia malaikatmu, dan ini adalah mimpimu”

malam itu aku menangis…
tangisan yang memecah sunyi di belantara sepi
ia terbangun dengan setengah mata terbuka
lalu…
ia menimang dengan irama senandung malam
begitu seterusnya…
hingga aku tenggelam dalam hitam

sampai kini aku jauh darinya
aku selalu mengucap do’anya
di sepertiga malam tanpa riuhnya
aku mulai belajar bagaimana hidup mengukir kisahnya
begitu sempurna…
aku mulai belajar bagaimana waktu mengingatkan cerita cintanya
begitu sempurna…

kata mereka tidak ada yang sempurna
perlahan aku tercekat dalam kata-kata
angin utara yang mendesak
membuatku tak berkutik membuat jejak
aku dihantui putus asa
bagaimana jika aku tak sanggup?
bagaimana jika aku gugup menghadapi hidup?
sampai pada suatu akhir aku tersungkur

sekarang siapa?
siapa yang akan menimangku dengan irama senandung malam hingga aku tenggelam dalam hitam?

disaat ketenangan mulai menghasutku
aku teringat wujud rapuh itu
ya aku ingat…
kata mereka aku memanggilnya ibu

“tak perlu menjadi sempurna, hanya untuk sekedar mengejar mimpi dan asa, jadilah yang terbaik, lalu kejar angan tanpa harus menoleh berbalik”