Kagum mungkin rasa ini gampang
sekali menjangkit dengan sekejap, baik lewat pandangan apa yag tampak
maupun kepribadiaanya. Tapi kadang susah untuk menaikkan kelas dari rasa
kagum menjadi cinta. Butuh konjungsi pengenalan untuk menghijrahkan
rasa kagum menjadi cinta. Karena pada hakikatnya mencintai tak segampang
mengagumi.
Begitupun apa yang ku rasa pada sosok itu, sosok yang pertama kali ku lihat berbalut senyum kontras dengan parasnya. Kontras akan keelokan, yang tanpa sebab seketika berurbanisasi rasa ke hatiku. Ingin ku jaga senyum itu, hingga ku bisa mengenal akan tentangnya. Mengenalnya membuat ku ingin selalu menjaga senyum itu, agar senyum itu berseri karenaku. Ketika itu engkau pernah bilang, " beri aku waktu untuk mempercayaimu". Sejak itu aku berkomitmen padamu, karena aku yakin engkau butuh bermetamorfosis untuk menyembuhkan luka lalumu. Aku pun selalu mengabaikan sosok-sosok di luar sana, demi memelihara komitmenku agar tak kalah KO pada waktu. Karena aku berusaha melestarikan setiaku ber-sin 90 untukmu.
Banyak orang bilang untuk apa menunggu yang tak pasti, sedangkan di luar sana banyak yang pasti. Tapi aku selalu acuhkan kata itu, demi memelihara komitmenku agar tak punah karena hasutan. Menunggumu adalah belajar tentang kesabaran, bagaimana menumbuhkan ketulusan agar tak lapuk digrogoti penantian. Sekali lagi komitmenku ber-sin 90 yaitu SATU hanya akan tentangmu, bukan ber-sin 30 mencabangkan akan tentangmu. Aku yakin waktu akan menjadi obat, hingga bersimbosis mutualisme pada kesabaran seperti metamorfosis kupu-kupu yang indah pada akhirnya......
Begitupun apa yang ku rasa pada sosok itu, sosok yang pertama kali ku lihat berbalut senyum kontras dengan parasnya. Kontras akan keelokan, yang tanpa sebab seketika berurbanisasi rasa ke hatiku. Ingin ku jaga senyum itu, hingga ku bisa mengenal akan tentangnya. Mengenalnya membuat ku ingin selalu menjaga senyum itu, agar senyum itu berseri karenaku. Ketika itu engkau pernah bilang, " beri aku waktu untuk mempercayaimu". Sejak itu aku berkomitmen padamu, karena aku yakin engkau butuh bermetamorfosis untuk menyembuhkan luka lalumu. Aku pun selalu mengabaikan sosok-sosok di luar sana, demi memelihara komitmenku agar tak kalah KO pada waktu. Karena aku berusaha melestarikan setiaku ber-sin 90 untukmu.
Banyak orang bilang untuk apa menunggu yang tak pasti, sedangkan di luar sana banyak yang pasti. Tapi aku selalu acuhkan kata itu, demi memelihara komitmenku agar tak punah karena hasutan. Menunggumu adalah belajar tentang kesabaran, bagaimana menumbuhkan ketulusan agar tak lapuk digrogoti penantian. Sekali lagi komitmenku ber-sin 90 yaitu SATU hanya akan tentangmu, bukan ber-sin 30 mencabangkan akan tentangmu. Aku yakin waktu akan menjadi obat, hingga bersimbosis mutualisme pada kesabaran seperti metamorfosis kupu-kupu yang indah pada akhirnya......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar