Senin, 06 Januari 2014

Karya Surga pada Seorang Hawa

Menanti memang kadang membosankan, hingga kadang menghipnotis kita untuk bertekuk lutut pada makhluk yang namanya "menyerah". Tapi bukan berarti kepasrahan kita berujung pada jeruji penjara yang namanya kapok. Seperti halnya kita dalam mencari jodoh... oke jangan bicara jodoh dulu, lebih tepatnya pacar. Kedilematisan kita akan makhluk ghaib yang bergelar PHP, membuat kita tak bergairah lagi dalam syaimbara asmara. Lantas kalau kita kapok dan terbayang makhluk ghaib PHP itu, kapan kita akan meraih gelar juara di podium pelaminan.

Menanti memang bukanlah sebuah harapan kita, tapi kita akan merasa lebih baik menanti untuk mendapatkan sosok yang terbaik, daripada kita sibuk mencari yang terbaik. Mencari terbaik menclok sini menclok sana, demi mendapatkan kesempurnaan tak akan habisnya terkoreksi oleh kriteria kita. Yang ada kita akan mendapat gelar baru yang disebut PLAYBOY karena ulah kita akan sifat nomadennya.

Kadang kita merasa tak secakep prabu RAMA, lantas apakah kita bisa mendapatkan sosok secantik dewi SINTA? Akh.... acuhkan saja persepsi itu, toh banyak orang bersemboyan cakep itu relatif. Cakep bukanlah ilmu pasti, yang bisa dijadikan tolak ukur untuk memecahkan rumus mendapatkan seseorang. Kita harus selalu memperbaiki diri, mempersiapkan diri agar layak menjadi pribadi yang dinanti. kita harus buktikan bahwa kejombloan kita adalah karena menanti seseorang bidadari yang tepat, bidadari yang dapat mendemo sifat buruk kita dan menuntun ke pribadi berakhlaqul karimah. Tentunya pada bidadari yang dinanti, yaitu sosok karya surga pada seorang hawa yang Tuhan kirimkan untuk pendamping kita.... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar