Oganisasi adalah wadah yang
terdiri atas sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam organisasi
akan dijumpai orang dengan berbagai sifat dan karakternya. Organisasi terkadang
akan kehilangan anggotanya setelah para anggota tersebut mencapai titik
kejenuhan.
Oleh sebab itu, diperlukan
pendekatan-pendekatan yang jitu agar organisasi itu tidak tinggal nama. Perlu
adanya generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan dalam organisasi
tersebut.
Terkadang, orang memasuki organisasi tidak tulus semata-mata ingin memajukan organisasi tersebut. Bisa jadi seseorang mengikuti suatu organisasi karena ada orang yang ditaksirnya atau ada misi tertentu tentang sesuatu tujuan.
Terkadang, orang memasuki organisasi tidak tulus semata-mata ingin memajukan organisasi tersebut. Bisa jadi seseorang mengikuti suatu organisasi karena ada orang yang ditaksirnya atau ada misi tertentu tentang sesuatu tujuan.
Tak bisa dipungkiri memang,
pendekatan yang agak menuju tanda kutip memang sangat ampuh sekali untuk
menarik anggota agar tertarik masuk dalam suatu organisasi. Cinta dalam
organisasi pada dasarnya tidak salah. Saya sangat membetulkan hal itu, sesuai
dengan pepatah jawa ‘tresno jalaran kulino’ , wajar karena mereka kerap kali
berjumpa untuk melakukan perbincangan mengenai banyak hal. Namun disini
diperlukan keprofesionalisme, menjadikan keharmonisan organisasi tetap utuh
tanpa terjangkit kerisihan ataupun terserang syndrome sering rapat hanya karena
ingin melihat si doi.
Namun terkadang meraka salah kaprah, mereka aktif di sebuah organisasi hanya karna ingin bertemu pasangannya bukan untuk belajar bagaimana cara berorganisasi baik tapi ada maksud lain yang direncakan secara perasaan. Tetapi ironisnya ketika terjadi pertengkaran di antara kedua belah pihak, rasa untuk berorganisasipun akan lenyap lantaran hanya karena hal sepele yaitu masalah pribadi mereka yang berimbas pada semangat awal untuk berjuang dalam belajar berorganisasi. Itu akan berdampak negatif pada proses belajar mereka, tentunya mereka belum paham memilah persoalan antara urusan pribadi dan urusan organisasi.
Hal itu
bukanlah sebuah indikasi bahwasannya kita dilarang untuk berbuat hal tersebut
tapi cobalah kita memahami tentang pemetaan antara perasaan dan pengembangan
diri dalam dunia organisasi, dan realitanya banyak orang – orang mendapatkan
jadohnya di dunia tersebut tanpa ada masalah namun perlu kita tinjau
kembali bahwa hubungannya harus professional artinya komitmen perlu ada untuk
meminimalisir sebuah masalah yang kemungkinan besar tidak berdampak pada karir
dan organisasi. Karena bagaimanapun kita harus berfikir dewasa untuk menjaga
nama baik sebuah organisasi yang kita pelajari.
Okey.... Cintailah organisasi
bukan berorganisasi karena cinta, organisasi bukan wadah aji mumpung untuk
mencomblangkan diri dengan seseorang tapi organisasi adalah mencomblangkan
aspirasi-aspirasi untuk satu tujuan bersama. Jadikalah organisasi sebagai wadah
yang sehat untuk berdiskusi dan jagalah keharmonisan kekeluargaan agar tetap
utuh.
SEMANGAT BERORGANISASI,
BERINSPIRASI DAN TENTUNYA TANPA SENSI... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar