Sabtu, 22 Februari 2014

CINTA ORGANISASI BUKAN BERORGANISASI KARENA CINTA



Oganisasi adalah wadah yang terdiri atas sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam organisasi akan dijumpai orang dengan berbagai sifat dan karakternya. Organisasi terkadang akan kehilangan anggotanya setelah para anggota tersebut mencapai titik kejenuhan.

Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan-pendekatan yang jitu agar organisasi itu tidak tinggal nama. Perlu adanya generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan dalam organisasi tersebut.

Terkadang, orang memasuki organisasi tidak tulus semata-mata ingin memajukan organisasi tersebut. Bisa jadi seseorang mengikuti suatu organisasi karena ada orang yang ditaksirnya atau ada misi tertentu tentang sesuatu tujuan.

Tak bisa dipungkiri memang, pendekatan yang agak menuju tanda kutip memang sangat ampuh sekali untuk menarik anggota agar tertarik masuk dalam suatu organisasi. Cinta dalam organisasi pada dasarnya tidak salah. Saya sangat membetulkan hal itu, sesuai dengan pepatah jawa ‘tresno jalaran kulino’ , wajar karena mereka kerap kali berjumpa untuk melakukan perbincangan mengenai banyak hal. Namun disini diperlukan keprofesionalisme, menjadikan keharmonisan organisasi tetap utuh tanpa terjangkit kerisihan ataupun terserang syndrome sering rapat hanya karena ingin melihat si doi.
 
Namun terkadang meraka salah kaprah, mereka aktif di sebuah organisasi hanya karna ingin bertemu pasangannya bukan untuk belajar bagaimana cara berorganisasi baik tapi ada maksud lain yang direncakan secara perasaan. Tetapi ironisnya ketika terjadi pertengkaran di antara kedua belah pihak, rasa untuk berorganisasipun akan lenyap lantaran hanya karena hal sepele yaitu masalah pribadi mereka yang berimbas pada semangat awal untuk berjuang dalam belajar berorganisasi. Itu akan berdampak negatif pada proses belajar mereka, tentunya mereka belum paham memilah persoalan antara urusan pribadi dan urusan organisasi.

Hal itu bukanlah sebuah indikasi bahwasannya kita dilarang untuk berbuat hal tersebut tapi cobalah kita memahami tentang pemetaan antara perasaan dan pengembangan diri dalam dunia organisasi, dan realitanya banyak orang – orang mendapatkan jadohnya di dunia tersebut  tanpa ada masalah namun perlu kita tinjau kembali bahwa hubungannya harus professional artinya komitmen perlu ada untuk meminimalisir sebuah masalah yang kemungkinan besar tidak berdampak pada karir dan organisasi. Karena bagaimanapun kita harus berfikir dewasa untuk menjaga nama baik sebuah organisasi yang kita pelajari.

Okey.... Cintailah organisasi bukan berorganisasi karena cinta, organisasi bukan wadah aji mumpung untuk mencomblangkan diri dengan seseorang tapi organisasi adalah mencomblangkan aspirasi-aspirasi untuk satu tujuan bersama. Jadikalah organisasi sebagai wadah yang sehat untuk berdiskusi dan jagalah keharmonisan kekeluargaan agar tetap utuh.

SEMANGAT BERORGANISASI, BERINSPIRASI DAN TENTUNYA TANPA SENSI... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar