Belajar
adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan. Ilmu yang tak
dikuasai akan menjelma kedalam diri manusia menjadi sebuah kekuatan.
Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seorang yg bukan penakut.
Dan itulah yg telah dilakukan oleh seorang Simon Santoso. Dia berani belajar dari keterpurukan, menantang segala ketidakmungkinan, mematahkan segala pandangan bahwa dia telah habis. Dua bulan Simon belajar dengan keras untuk membenahi segala kekurangannya setelah memutuskan keluar dari pelatnas. Pelatnas bukanlah satu-satunya tempat Simon untuk belajar dan mengantungkan mimpinya. Dua bulan lamanya Simon belajar hingga dia benar-benar siap untuk bertempur kembali.
Malaysia Open GPG 2014 menjadi pembuktian pertama bahwa Simon belum habis. Menjadi unggulan ke15 dan tidak perlu merangkak dari kualifikasi tidak membuat Simon terlena. Pertandingan demi pertandingan Simon lalui hingga akhirnya dia mampu mengukuhkan diri menjadi yg terbaik dan mematahkan segala kicauan negative tetang dirinya. Namun gelar sekelas GPG belum mampu meyakinkan pencinta bulutangkis bahwa Simon belum habis.
Singapore Open Super Series adalah ajang pembuktian berikutnya. Dalam Singapore Open Super Series ini Simon harus merangkak dari kualifikasi sebelum akhirnya mampu menembus babak utama, Simon tampil begitu meyakinkan pada Singapore Open Super Series, ini karna mampu menundukkan Du pengyu pemain unggulan ke5 asal china.
Di final Simon ditantang Lee Chong Wei pemain terbaik dunia asal Malaysia. Berbagai pandangan bermunculan tentang laga ini, Berpandangan bahwa Simon membutuhkan keajaiban untuk bisa menghempaskan Lee Chong Wei. Namun siapa sangka bahwa ternyata Simon telah belajar dan apa yang dia pelajari telah menjelma menjadi sebuah kekuatan yang mampu mematahkan segala ketidakmungkinan dan kemustahilan. Teramat sangat mengejutkan ternyata Simon mampu menghentikan Lee Chong Wei untuk berdiri tegak dipuncak podium juara dua set langsung 21-15 21-10. Simon mampu menghadirkan mimpi buruk untuk sang pemain terbaik dunia.
Simon Santoso telah belajar dengan baik sehingga mampu membuktikan diri bahwa ia belum habis.
Mengirim kekalahan terburuk untuk Lee Chong Wei adalah salah satu hasil dari belajarnya Simon dengan keras selama dua bulan. Sekaligus sebuah peringatan untuk para pemain TOP dunia lainnya bahwa Simon telah TERLAHIR KEMBALI.
Namun ini barulah awal dari kelahiran kembali Simon Santoso. Simon Santoso harus berani untuk belajar dengan keras lagi untuk membuktikan bahwa dia masih mampu bersaing dengan pemain TOP dunia lainnya. Simon bukanlah seorang penakut yg tak berani melangkah meski telah keluar dari pelatnas. Simon berani melangkah dengan pasti untuk menjadi yg terbaik dengan jalannya sendiri.
Dan itulah yg telah dilakukan oleh seorang Simon Santoso. Dia berani belajar dari keterpurukan, menantang segala ketidakmungkinan, mematahkan segala pandangan bahwa dia telah habis. Dua bulan Simon belajar dengan keras untuk membenahi segala kekurangannya setelah memutuskan keluar dari pelatnas. Pelatnas bukanlah satu-satunya tempat Simon untuk belajar dan mengantungkan mimpinya. Dua bulan lamanya Simon belajar hingga dia benar-benar siap untuk bertempur kembali.
Malaysia Open GPG 2014 menjadi pembuktian pertama bahwa Simon belum habis. Menjadi unggulan ke15 dan tidak perlu merangkak dari kualifikasi tidak membuat Simon terlena. Pertandingan demi pertandingan Simon lalui hingga akhirnya dia mampu mengukuhkan diri menjadi yg terbaik dan mematahkan segala kicauan negative tetang dirinya. Namun gelar sekelas GPG belum mampu meyakinkan pencinta bulutangkis bahwa Simon belum habis.
Singapore Open Super Series adalah ajang pembuktian berikutnya. Dalam Singapore Open Super Series ini Simon harus merangkak dari kualifikasi sebelum akhirnya mampu menembus babak utama, Simon tampil begitu meyakinkan pada Singapore Open Super Series, ini karna mampu menundukkan Du pengyu pemain unggulan ke5 asal china.
Di final Simon ditantang Lee Chong Wei pemain terbaik dunia asal Malaysia. Berbagai pandangan bermunculan tentang laga ini, Berpandangan bahwa Simon membutuhkan keajaiban untuk bisa menghempaskan Lee Chong Wei. Namun siapa sangka bahwa ternyata Simon telah belajar dan apa yang dia pelajari telah menjelma menjadi sebuah kekuatan yang mampu mematahkan segala ketidakmungkinan dan kemustahilan. Teramat sangat mengejutkan ternyata Simon mampu menghentikan Lee Chong Wei untuk berdiri tegak dipuncak podium juara dua set langsung 21-15 21-10. Simon mampu menghadirkan mimpi buruk untuk sang pemain terbaik dunia.
Simon Santoso telah belajar dengan baik sehingga mampu membuktikan diri bahwa ia belum habis.
Mengirim kekalahan terburuk untuk Lee Chong Wei adalah salah satu hasil dari belajarnya Simon dengan keras selama dua bulan. Sekaligus sebuah peringatan untuk para pemain TOP dunia lainnya bahwa Simon telah TERLAHIR KEMBALI.
Namun ini barulah awal dari kelahiran kembali Simon Santoso. Simon Santoso harus berani untuk belajar dengan keras lagi untuk membuktikan bahwa dia masih mampu bersaing dengan pemain TOP dunia lainnya. Simon bukanlah seorang penakut yg tak berani melangkah meski telah keluar dari pelatnas. Simon berani melangkah dengan pasti untuk menjadi yg terbaik dengan jalannya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar